Pengalaman berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang
Hallo guys, apa kabss?? :D Kali ini saya kembali lagi menulis blog saya, tetapi bukan tentang kisah percintaan saya atau pengalaman liburan saya lagi. Blog kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kali ini saya akan menulis tentang "Pengalaman saya kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang". Mungkin yang kalian pikir tentang judul tersebut yaitu saya sudah lulus dari Universitas itu dan menceritakan pengalaman saya. Kalau kalian berpikir begitu, kalian salah besar guyss.. :D Karena sampai sekarang ini saya masih menempuh kuliah di salah satu fakultas yang sangat di segani di kampus saya (mungkin di seluruh kampus juga) :D heheheh
Saya sekarang masih menempuh kuliah pada semester 4 di Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil. Selama 2 tahun ini saya mendapat banyak pengalaman, baik itu pengalaman yang positif, tetapi ada juga yang negatif. Tetapi sebelum saya berbagi pengalaman saya, saya akan menceritakan sedikit tentang Kampus saya yang akrab di singkat UMM/ UnMuh.
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi “A” dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang berpusat di kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII danUMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih.
![]() |
| Kampus 3 UMM |
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat dari seluruh aktivitas.
Jadi itu dulu ya guys cerita singkat tentang kampus saya. Sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya selama 2 tahun di UMM. simak baik baik ya....
Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di UMM, saya sangat kaget karena kampus UMM ini sangat luas dan besar. Ketika pertama kali saya sampai di kampus ini, saya melihat Lapangan basket dan volly yang bagus dan luas. Setelah itu saya berjalan sedikit dan menoleh ke arah kiri, saya juga di sambut dengan bangunan masjid yang sangat besar dan megah. perlu di ketahui, masjid tersebut di bangun dari pihak kampus dan menjadi milik kampus. kemudian saya juga melihat pemandangan lapangan indah yang sering di sebut "Hellypad", yang mana sering di pakai untuk acara pembukaan Pesmaba tiap tahun nya. Saya seperti merasa belum puas, saya melanjutkan berjalan lagi melihat gedung-gedung perkuliahan yang sangat besar dan megah. Di kampus ini juga, terdapat beberapa fasilitas lain seperti Lapangan Sepak Bola sendiri, Lapangan Tennis sendiri, Dome/Hall, POM Bensin sendiri dan juga ada kolam yang cukup luas di dalam kampus ini. Setelah saya puas berkeliling kampus, saya pun bergegas pulang ke kos saya. Berhubung saya mengambil jalur undangan dan diterima, maka saya datang ke kampus tidak lagi mengikuti ujian seleksi masuk, namun mengurus tahap selanjutnya yaitu tahap wawancara yang mana di wawancara sendiri oleh dosen atau ketua jurusan nya. Setelah saya di nyatakan lulus tahap seleksi wawancara, baru lah saya bisa membayar biaya her-registrasi dan biaya perkuliahan awal.
![]() |
| Hellypad UMM yang di pakai untuk acara PESMABA |
![]() |
| Kolam depan GKB 1 UMM |
![]() |
| Lapangan Sepak Bola UMM |
Bagi kalian yang masih menempuh skolah di jenjang SD, SMP, atau SMA pasti kalian pengen cepat lulus dan pengen cepat kuliah. Awalnya juga saya sempat berpikir hal serupa, namun setelah saya merasakan perbedaan nya, saya merasa harus mikir 2x lagi bahkan bisa 10x dengan pikiran saya sebelumnya itu. Ternyata di SD, SMP, dan SMA masih sangat enak untuk berteman dan mendapat materi. di dunia perkuliahan, rata-rata dosen hanya memberikan sekitar 25-30 % materi saja dan sisa nya kami sebagai mahasiswa yang di suruh mencari materi tersebut secara MANDIRI. Dosen hanya memberikan judul buku dan karangan saja, lalu menyuruh kami yang mencari buku tersebut secara sendiri-sendiri. Ada beberapa dosen yang masih menggunakan referensi buku lama-lama dan menyuruh kami mencari nya sendiri sampai dapat (padahal buku itu sudah jarang di perjual belikan bahkan tidak di jual lagi). Hal lain yang saya dapati di dunia perkuliahan itu adalah menumpuknya tugas yang di berikan dosen, bahkan ada yang 1 mata kuliah bisa 2 sampai 3 tugas yang di berikan. Hal lain nya juga yaitu jadwal perkuliahan kami juga di padatkan dengan praktikum dan tugas besar yang di berikan kampus dan harus di selesaikan seminggu sebelum UAS di mulai. Untuk Praktikum, laporan nya di kerjakan biasanya secara berkelompok dan akan di asistensi ( di periksa hasil laporan nya) oleh dosen pembimbing kita sendiri.
Kalau masalah praktikum ini, sebenarnya tergantung keberuntungan mu saja mendapat dosen pembimbing praktikum siapa. Kalau mendapat dosen yang killer, dan susah di hubungi serta sangat teliti maka kalian harus terlebih dahulu menerima kenyataan untuk susah di ACC ( di nyatakan lulus praktikum). Ini terbukti dengan ada kelompok di kelas saya itu mengikui 1 praktikum yang mana itu seharusnya selesai dari semester 2 (karena praktikum nya dari semester 2), namun karena mendapat dosen yang saya jelaskan di atas tadi maka sampai sekarang ini (semester 4) mereka belum juga di ACC sama dosen pembimbing nya.
Mungkin itu saja ya guys yang bisa saya ceritakan tentang pengalaman saya berkuliah selama 2 tahun ini di UMM. Jadi kalau kalian berpikir kuliah itu enak, kuliah itu bebas, mau kapan saja masuk, mau kuliah apa tidak itu urusan kita. kalian salah besar, karena kenyataan nya tidak seperti begitu, melainkan sangat susah dari pada kita masih SD, SMP atau SMA sekalipun. Saya rasa hal seperti ini juga terjadi di semua kampus di indonesia, jadi kalau kalian berniat kuliah saya sarankan memilih baik-baik jurusan yang kalian inginkan dan kampus yang kalian ingin masuk. Tentunya semua itu bukan cuma berharap untuk bisa lolos saja, tetapi juga di barengi dengan belajar dan berusaha serta berdoa agar di beri kemudahan bisa masuk Universitas yang kalian inginkan. Bagi kalian yang sedang mengikuti dunia perkuliahan, teruslah berusaha semaksimal mungkin dan jangan pantang menyerah dengan dosen, sekalipun itu dengan dosen yang se-killer apapun itu. Sekian dulu dari saya, mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya, dan bisa mengambil hikmah positif dari pengalaman saya ini.







Komentar
Posting Komentar